Mengenal Hobi dan Passion (saya)
Mengenal
Hobi dan Passion (saya)
![]() |
| source: Google |
Berbicara tentang hobi
belum tentu semua orang memilikinya. Ya, belum tentu. Kenapa saya bilang
seperti itu? karena pada kenyataannya seringkali saat saya bertanya kepada
teman-teman, kebanyakan dari mereka menjawab 'tidak tahu'. Jadi, dari situ saya
dapat menarik kesimpulan bahwa setiap orang belum tentu memiliki hobi. Lalu
sebenarnya apasih hobi itu? berdasarkan arti kata yang saya peroleh
dari KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia) hobi memiliki arti
sebagai suatu kegemaran; kesenangan istimewa pada waktu senggang.
Kita tahu jika hobi
adalah suatu kegemaran atau kesenangan kita dalam melakukan suatu hal, dan hal
tersebut kita lakukan secara intensif. Seperti saya yang
memilki kegemaran membaca buku dan menonton film atau
drama Korea.
Maka sebisa mungkin saya akan menyempatkan diri bagaimanapun caranya untuk melakukan
dua hal tersebut di sela-sela waktu senggang. Kecenderungan
setiap orang pasti berbeda-beda. Ada yang melakukan hobi untuk sekedar mengisi
waktu luang. Ada juga yang melakukan hobi karena sebuah passion yang pada
akhirnya menjadi pundi-pundi rupiah. Tak heran jika saat ini marak tagline ‘pekerjaanku
adalah hobi yang dibayar’.
Semua bergantung pada mindset
masing-masing orang. Saya pribadi menjalankan hobi tersebut lebih ke ranah
hanya sekedar kegemaran terutama untuk yang menonton film atau drama Korea.
Entah bagaimana mulanya saat ini menonton film sudah menjadi kegemaran
tersendiri bagi saya. Semua genre film saya sukai terkecuali horor. Ketika
menonton film baik menggunakan laptop maupun nonton di bioskop disana saya
dapatkan beragam feed back bagi diri saya pribadi. Seperti pesan-pesan
moral yang bisa dipetik, refreshing pikiran, dan yang pasti hiburan.
Selain menonton film, saya
juga memiliki kecenderungan terhadap buku. Sebisa mungkin dalam dua minggu saya
harus berhasil menuntaskan membaca sebuah buku. Bahkan hal itu telah menjadi
agenda resolusi saya di tahun ini. Terlebih bagi seorang akademisi membaca buku
tentunya merupakan sebuah tuntutan. Ketika membaca buku rasanya satu jendela
dunia telah saya buka (jika tidak berlebihan). Saya sendiri sadar jika literasi
saya jauh dari kata cukup. Artinya masih banyak buku-buku yang harus saya baca.
Jadilah hobi membaca buku adalah suatu keharusan.
Dari pendapat
yang pernah dilontarkan oleh beberapa orang, ada pula yang
menyangkut-pautkan antara hobi dengan passion. Pasti
diantara kita masih ada yang belum mengerti apa sebenarnya passion itu. Menurut
Rene Suhardono seorang Coach career, mengatakan bahwa passion adalah
melakukan suatu hal dimana kamu merasa menikmati di dalamnya dan terdapat
sebuah makna yang dapat diambil baik untuk dirimu sendiri maupun orang lain.
Maka disinilah peran sebuah komitmen. Tentu kita perlu sebuah komitmen dengan
hobi-hobi yang kita lakukan. Akan diarahkan kemana kegemaran kita.
Membangun komitmen dengan sebuah
hobi tentu bukanlah perkara yang mudah. Semua orang pasti menginginkan hobinya
tidak hanya sekedar hobi atau kesenangan semata. Ada harapan di setiap
kesenangan yang kita jalani. Mengikat hobi dengan sebuah niatan yang
sungguh-sungguh itulah kunci utama dari peralihan hobi menjadi sebuah passion.
Hal itu pula yang coba saya bangun pada diri sendiri. Saya menginginkan sebuah
inovasi baru dari setiap hobi yang saya jalani. Baik dari hobi membaca buku
ataupun menonton film, saya berusaha menguaknya menjadi sebuah aktifitas baru
yaitu menulis.
Memiliki passion di bidang
menulis adalah salah satu impian saya sejak duduk di bangku SMA. Bahkan saat
ini pun saya tengah menjadikan menulis menjadi suatu kebutuhan bagi diri saya
pribadi. Dalam hal ini saya teringat kutipan dari Pandji Pragiwaksono dalam
bukunya Nasional.is.me bahwa apabila setiap orang mengerti passion nya
masing-masing tentu negara ini akan menjadi negara yang hebat karena semua
bidang dikerjakan oleh pakarnya.[]

Bacalah... Jika membaca membuatmu makin pusing, itu tandanya membacanya kurang khusuk.
BalasHapus